RSS

Paradigma Baru Pembangunan Indonesia Berbasis Kelautan

INDONESIA. Negeri yang terkenal dengan negara agraris dengan hasil buminya yang luar biasa. Hal ini memang tidak bias di pungkiri karena Indonesia pernah mencapai masa-masa jayanya dalam bidang pertanian. Namun, fakta bahwa Indonesia juga adalah negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia juga tidak kalah mencengangkan. Indonesia, dengan hal tersebut juga memiliki potensi dahsyat dalam bidang perikanan dan kelautan, Indonesia berbasis maritim.

Paradigma Baru  Pembangunan Indonesia Berbasis Kelautan” ini menggagas paradigma pembangunan bangsa berbasis kelautan yaitu paradigma pembangunan yang memberi  arahan  dalam pendayagunaan sumberdaya  kelautan untuk mewujudkan pertumbuhan  ekonomi (kemakmuran), pemerataan kesejahteraan (keadilan sosial), dari terpeliharanya daya dukung ekosistem pesisir dan laut secara seimbang. Rumusan paradigma pembangunan disusun berdasarkan pada potensi, peluang,  permasalahan,  kendala dan kondisi pembangunan kelautan yang ada, juga mempertimbangkan pengaruh lingkungan strategis terhadap pembangunan nasional seperti otonomi daerah dan globalisasi.

Adalah fakta fisik  yang tak terbantahkan bahwa wilayah lndonesia (5,8 juta Km2) berupa laut, ditaburi dengan 17.500 lebih pulau, dan dirangkai oleh garis pantai sepanjang 81.000 km yang merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Bentangan jarak dari wilayah darat di ujung barat (Sabang) ke ujung timur (Merauke) sebandiig dengan dari London sampai ke Baghdad (timur).  Sedangkan rentang wilayah darat dari ujung utara (Pulau Miangas, Kabupaten Sangihe Talaud) sampai ke ujung selatan (Pulau Rote) hampir sama denganjmk antara utara di Jerman hingga ke selatan di Aljazair (Soegondo dalam Suryanegara, 2000). Lebih dari itu, laut beserta kawasan pesisir yang mengitarinya mengandung potensi ekonomi pembangunan yang sangat besar dan beraneka-ragam.  Oleh karenanya, masyarakat dunia mengenal Indonesia  sebagai  negara bahari  dan  kepulauan  terbesar di dunia dengan keanekaragaman hayati laut terbesar ( m e g a  marine biodiversity) (Polunin, 1983). Kondisi geografis ini dilengkapi dengan kenyataan bahwa letak Indonesia berada pada posisi geopolitis yang strategis yakni Lautan Pasifik dan Lautan Hindia-sebuah kawasan paling dinamis dalam arus dan percaturan politik, pertahanan dan keamanan dunia. Dengan alasan geo-ekonomi dan geo-politik tersebut semestinya sudah cukup kuat,  bila pembangunan kelautan selayaknya menjadi arus utama ( m a i n s t r e a m )  pembangunan nasional.

Kelautan selama ini memberikan gambaran yang beragam.  Uari ketujuh sektor yang dapat digolongkan sebagai lapangan-lapangan usaha di bidang kelautan yaitu (1) perikanan, (2) pariwisata bahari, (3) peaambangan dan energi, (4) industri ma~itin~,  (5) transportasi laut, (6) bangunan kelautan dan (7) jasa kelautan, nampak bahwa masing-masing sektor mencapai hasil yang berbeda.  Dari ketujuh sektor tersebut, hanya sektor pertambangan dan energi yang telah memberikan hasil dan sumbangan yang nyata terhadap perekonomian bangsa.  Sementara sektor perikanan dan pariwisata walaupun secara potensial sangat besar, hasil-hasil yang dicapai mash jauh dari harapan.  Demikian pula halnya dengan sektor perhubungan laut, bangunan kelautan, industri maritim dan jasa-jasa kelautan lain yang belum  berkembang secara optimal, danbahhljauh terlinggal. Padahal justru dari sumbangan sektor perikanan dan pariwisata bahari itu sebenarnya kita akan dapat memperoleh manfaat yang lebih panjang dan berkelanjutan, mengingat bahwa sumberdaya perikanan dan pariwisata bahari mempakan sumberdaya yang bersifat renewable resources. Di samping itu sektor perikanandan pariwisata bahari juga dapat memberikan manfaat lain yang kurang dapat disumbangkan sektor pertambangan dan energi, yaitu selain menciptakan pertumbuhan, pada saat yang sama juga dapat mendorong terciptanya pemerataan secara lebih adil.

“Pembangunan Bangsu Indonesia Berbasis Kelautan”  adalah paradigma  pembangunan  yang memberi arahan dalam pendayagunaan sumberdaya kelautan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi (kemakmuran), pemerataan kesejahteraan (keadilan sosial), dan terpeliharanya daya dukung ekosistem pesisir dau lautan secara seimbang.  Untuk mengimplementasikan paradigma pembangunan ini pada tataran praksis (kebijakan dan program) pembangunan, maka ada lima agenda besar yang menjadi prasyarat keharusan (necessary  conditions) yakni : (1) Prinsip-prinsip  Pembangunan Berkelanjutan PARADIGMA BARU  PEMSANGUNAN  INDONESIA  BERBASIS  KELAUTAN dalam Pengelolaan Pembangunan Kelautan,  (2) Penataan  Ruang  dan  Prioritas Pembangunan di Wilayah Pesisir dan Lautan, (3) Agenda Kebijakan Pembangunan Industri dan Jasa Kelautan, (4) Pengembangan Sumberdaya Kelautan Non-konvensional dan (5) Pengembangan SDM dan Iptek Kelautan.

 

Posted by on November 14, 2012 in Uncategorized

Leave a comment

Introduction ^^

Bismillahirrahmanirrahim

Name : Ariefianto Tri Mahadi

Place, date of birth : Medan, 07 November 1994

Goal : activating my best for everyone

 

 

 

Posted by on November 8, 2012 in Uncategorized

Leave a comment

Hello world!

Welcome to Student.ipb.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

 

Posted by on November 7, 2012 in Uncategorized

1 Comment